Janji Yang Terlupakan
June 23, 2016
Add Comment
Jangan tanyakan perihal negara pada kang Marwit, dia
bukanlah pakar yang dapat menjawab permasalahan yang ada pada negaranya.
Hanaya saja kang Marwit dam-diam memendam kesedihan melihat
tingkah laku para pemerintah, warga negara beserta rakyat yang ada di
negaranya.
Bagaimana tidak sedih, pola pikir yang ada pada mereka hanya
disekitar kemakmuran perut dan selangkangan, bahkan agamapun dijadikan
tunggangan dengan tuhan sebagai cambuknya.
Yang dipikirkan kang Marwit selama ini adalah janji apa yang
telah dia buat kepada Tuhan sebelum ruh ditiupkan pada jasadnya dan bagaimana
dengan manusia yang lain yang begitu menggebu-gebu mengejar dunia walaupun
sering berdalil mereka tidak mengejar dunia, itu semua semata-mata hanya untuk
Tuhan. Dan kang Marwit langsung seperti menahan muntah yang sangat busuk baunya
dari asam lambungnya yang tak sanggup lagi mendengarkan dalil mereka.
Kang Marwit sadar, dia tidak mungkin bisa merubah pola pikir
sebagian rakyat negara ini, memang ada sebagian yang memiliki pemikiran yang
sama dengan kang Marwit hanya saja jumlah mereka sedikit, bila mengadakan
pertemuanpun paling disangka kumpulan alumni atau masih siswa Rumah Sakit Jiwa.
Sampai saat ini pun kang Marwit masih saja mencari dan
mengingat janji apa yang telah dia ucapkan pada Tuhan hingga sampai tak habis
pikir apa kah dalam setiap tidakannya yang melanggar perintah Tuhan Juga
merupakan perjanjian yang telah dia buat pada Tuhan. Tapi itu pun tidak mungkin
jika Tuhan mengharap apa yang telah dia lepas sebagaian dari dirinya untuk
melakukan keburukan di muka bumi ini dan sungguh tuhan tidak pernah
bermain-main dengan ciptaannya.
0 Response to "Janji Yang Terlupakan"
Post a Comment