-->

Janji Yang Terlupakan



Jangan tanyakan perihal negara pada kang Marwit, dia bukanlah pakar yang dapat menjawab permasalahan yang ada pada negaranya.

Hanaya saja kang Marwit dam-diam memendam kesedihan melihat tingkah laku para pemerintah, warga negara beserta rakyat yang ada di negaranya.
Bagaimana tidak sedih, pola pikir yang ada pada mereka hanya disekitar kemakmuran perut dan selangkangan, bahkan agamapun dijadikan tunggangan dengan tuhan sebagai cambuknya.
Yang dipikirkan kang Marwit selama ini adalah janji apa yang telah dia buat kepada Tuhan sebelum ruh ditiupkan pada jasadnya dan bagaimana dengan manusia yang lain yang begitu menggebu-gebu mengejar dunia walaupun sering berdalil mereka tidak mengejar dunia, itu semua semata-mata hanya untuk Tuhan. Dan kang Marwit langsung seperti menahan muntah yang sangat busuk baunya dari asam lambungnya yang tak sanggup lagi mendengarkan dalil mereka.
Kang Marwit sadar, dia tidak mungkin bisa merubah pola pikir sebagian rakyat negara ini, memang ada sebagian yang memiliki pemikiran yang sama dengan kang Marwit hanya saja jumlah mereka sedikit, bila mengadakan pertemuanpun paling disangka kumpulan alumni atau masih siswa Rumah Sakit Jiwa.
Sampai saat ini pun kang Marwit masih saja mencari dan mengingat janji apa yang telah dia ucapkan pada Tuhan hingga sampai tak habis pikir apa kah dalam setiap tidakannya yang melanggar perintah Tuhan Juga merupakan perjanjian yang telah dia buat pada Tuhan. Tapi itu pun tidak mungkin jika Tuhan mengharap apa yang telah dia lepas sebagaian dari dirinya untuk melakukan keburukan di muka bumi ini dan sungguh tuhan tidak pernah bermain-main dengan ciptaannya.

0 Response to "Janji Yang Terlupakan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel