-->

Ruang Maaf Tanpa Batas

 Rasa tidak percaya sebelum adanya pembuktian-pembuktian dari setiap apa yang sudah diucapkan,
akan berpengaruh pada proses perjalanan dari setiap tugas yang diemban. Sedih, kecewa bahkan marah akan dengan sangat otomatis datang dengan sendirinya. Mungkin itu yang dirasakan kang Marwit yang sudah menjalani proses dari setiap tugas yang dibawanya di muka bumi ini.
 Menyendiri dalam keramaian sudah hal yang sangat mudah bagi kang Marwit, namun untuk menutupi kesedihannya akan sangat sulit untuk saat ini, karena alam semesta akan mengetahui apa yang sedang dialami kang Marwit, muncul pertanyaan apakah kang Marwit sakt? Hehehe tentu tidak, kedekatan yang dibangun kang Marwit dengan alam semesta menyebabkan terjadinya keikut sertaan alam semesta dalam setiap permasalahan kang Marwit, termasuk saat dia sedang sedih maka alam semesta akan bertindak walaupun kadang tanpa seijin kang Marwit.
  Apa yang didapat kang Marwit ini ternyata tak semata-mata membuat kang Marwit besar kepala, karena dia sadar dari apa yang dirasakannya maka akan ada dampak yang berpengaruh pada alam semesta. Kang Marwit harus benar-benar berhati-hati akan setiap apa yang dia rasakan, karena sedikit saja ada yang melukai hati dan perasaannya maka bukan hanya kang Marwit yang murka. oleh karena itu kang Marwit harus bersiap diri memberikan ruang maaf tanpa batas akan setiap masalah yang dihadapinya

0 Response to "Ruang Maaf Tanpa Batas"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel