-->

Keseimbangan Versi Kang Marwit

   Sudah lama juga tidak ngobrol bareng dengan kang Marwit, selain dianya yang sok sibuk mendapatkan tugas untuk menjaga alam semesta
, sepertinya dia juga mulai jarang ngopi hehehehe kalau yang satu ini tentu tidak bisa dipisahkan dari kang Marwit, rokok sak ngopine. Hanya saja aku perhatikan sepertinya kang Marwit banyak memilih untuk diam dalam setiap obrolan.
   Kang Marwit selalu saja memperhatikan apa yang diobrolkan orang-orang disekitarnya, tentu saja sangat berbeda dengan kang Marwit yang biasanya, dimana selalu meledak-ledak seperti petasan disaat ada yang ngobrol denan tema apa saja. Iseng aku bertanya
 “ ada apa kang kok banyak diem sekarang?” tanyaku
 Dengan kalem kang Mrwit menjawab “ tidak ada apa-apa mas, hanya saja aku perhatikan banyak yang ngobrolin tentang keburukan dan kebaikan, seakan-akan kebaikan itu memiliki nilai lebih dari keburukan”.
“ bukankah memang demikian kang?, Tuhan saja sangat suka dengan kebaikan dan memrinahkan manusia untuk melakukan itu” aku menyela seakan aku sudah benar.
“ jika memang demikian adanya, apakah keburukan sendiri bukan milik tuhan? Atau ada yang menciptakan keburukan? Masa  iya tuhan lebih dari satu?” jawab kang Marwit.
Dengan bingung aku bertanya padanya “ lantas yang benar menurut njenengan pripun kang?”
“ini menurutku lho ya, jangan kau samakan ucapanku mewakili kebenaran pribadi masing-masing di alam semesta ini. Menurutku tidak masalah kamu melakukan kebaikan atau keburukan, yang penting kamu setia apa tidak pada Tuhan mu, tapi yang perlu digaris bawahi adalah ketika Tuhan memberi perintah agar manusia melakukan kebaikan itu adalah bocoran dimana sangat mudah untuk setia pada Tuhan bahkan bertemu pada Tuhan disaat melakukan kebaikan. Sedangkan untuk keburukan sangat sulit menemukan kesetiaan pada Tuhan karena hanya manusia yang benar-benar pilihan yang sanggup melaksanakan itu. “
“lantas bagaimana kang” tanyaku dalam keadaan yang bingung.
“ya jangan sekali-kali kamu menganggap keburukan itu bukan merupakan ciptaan Tuhan, keburukan diciptakan sama pentingnya dengan kebaikan, yaitu untuk menjaga keseimbangan semesta.” Jawabnya enteng.
“mboh lah kang aku bingung” jawabku agak jengkel sepauh bingung.
“lha kalau sudah bingung ya tinggal sruput kopinya dan sedot rokoknya” jawabnya sambil tertawa seakan tidak memiliki beban.

0 Response to "Keseimbangan Versi Kang Marwit"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel