Keseimbangan Versi Kang Marwit
November 25, 2016
Add Comment
Sudah lama
juga tidak ngobrol bareng dengan kang Marwit, selain dianya yang sok sibuk
mendapatkan tugas untuk menjaga alam semesta
, sepertinya dia juga mulai jarang
ngopi hehehehe kalau yang satu ini tentu tidak bisa dipisahkan dari kang
Marwit, rokok sak ngopine. Hanya saja aku perhatikan sepertinya kang Marwit
banyak memilih untuk diam dalam setiap obrolan.
Kang Marwit
selalu saja memperhatikan apa yang diobrolkan orang-orang disekitarnya, tentu
saja sangat berbeda dengan kang Marwit yang biasanya, dimana selalu
meledak-ledak seperti petasan disaat ada yang ngobrol denan tema apa saja. Iseng
aku bertanya
“ ada apa kang kok
banyak diem sekarang?” tanyaku
Dengan kalem kang
Mrwit menjawab “ tidak ada apa-apa mas, hanya saja aku perhatikan banyak yang
ngobrolin tentang keburukan dan kebaikan, seakan-akan kebaikan itu memiliki
nilai lebih dari keburukan”.
“ bukankah memang demikian kang?, Tuhan saja sangat suka
dengan kebaikan dan memrinahkan manusia untuk melakukan itu” aku menyela seakan
aku sudah benar.
“ jika memang demikian adanya, apakah keburukan sendiri bukan
milik tuhan? Atau ada yang menciptakan keburukan? Masa iya tuhan lebih dari satu?” jawab kang Marwit.
Dengan bingung aku bertanya padanya “ lantas yang benar
menurut njenengan pripun kang?”
“ini menurutku lho ya, jangan kau samakan ucapanku mewakili
kebenaran pribadi masing-masing di alam semesta ini. Menurutku tidak masalah
kamu melakukan kebaikan atau keburukan, yang penting kamu setia apa tidak pada
Tuhan mu, tapi yang perlu digaris bawahi adalah ketika Tuhan memberi perintah
agar manusia melakukan kebaikan itu adalah bocoran dimana sangat mudah untuk
setia pada Tuhan bahkan bertemu pada Tuhan disaat melakukan kebaikan. Sedangkan
untuk keburukan sangat sulit menemukan kesetiaan pada Tuhan karena hanya
manusia yang benar-benar pilihan yang sanggup melaksanakan itu. “
“lantas bagaimana kang” tanyaku dalam keadaan yang bingung.
“ya jangan sekali-kali kamu menganggap keburukan itu bukan
merupakan ciptaan Tuhan, keburukan diciptakan sama pentingnya dengan kebaikan,
yaitu untuk menjaga keseimbangan semesta.” Jawabnya enteng.
“mboh lah kang aku bingung” jawabku agak jengkel sepauh
bingung.
“lha kalau sudah bingung ya tinggal sruput kopinya dan sedot
rokoknya” jawabnya sambil tertawa seakan tidak memiliki beban.
0 Response to "Keseimbangan Versi Kang Marwit"
Post a Comment