-->

Tidak Hanya Sekedar Nyruput Kopi



Menjelang tengah hari biasanya kang Marwit selalu ngopi di warung Khayangan
, sudah lama juga tak berjumpa karena kesibukannya yang antara sibuk beneran atau hanya soksokan sibuk biar dikira sibuk, apapun itu tapi bikin kangen juga.
Siang ini tanpa ada angin ribut ataupun petir kang Marwit hadir di warung dengan gaya khasnya yang seperti orang tidak pernah memiliki masalah dalam hidupnya.
Tanpa basa yang basi kang Marwit langsung saja memesan kopi pahit dan sebungkus rokok kretek kesenangannya.
“ kemana aja kang? Lama gak kelihatan” tanyaku pda kang Marwit.
“ aku selalau ada hanya saja tidak terlihat oleh matamu itu.” jawabnya santai.
“ sakti dongkang?” tanyaku lagi pada kang Marwit sambil cengengesan.
“ yang tak terlhat itu ada dan pada saatnya tidak terlihat bukan berarti sakti, hanya saja bergeser sediki dari jangkauan pandangan mata yang ingin melihatnya atau bisa saja sudah menyatu dengan yang ingin melihatnya, masa gitu aja gak paham.... percuma saja kamu kebanyakan ngopi di warung khayanga ini selama jam kerja kantormu itu” jawabnya ketus.
Jarang juga sih kang Marwit menjawab hal yang seperti itu agak serius dan ketus.

0 Response to "Tidak Hanya Sekedar Nyruput Kopi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel