Ojo Kegeeran Wit
June 01, 2016
Add Comment
Berjalan dari timur ke barat hingga akhirnya sampai di
selatan, tempat diamana yang disakralkan oleh banyak orang yang membuat kang
marwit penasaran.
Dalam perjalannya dia berharap tuhan menggerakkan hatinya
dengan informasi-informasi yang menakjubkan, informasi yang dapat menambah
keyakinan bahwa dirinya memang diperjalankan tuhan untuk misi tertentu walaupun
memang jauh kalau dari kelasnya nabi dan rasul, bahkan dari ketua rukun
tetangga dikampunya.
Jalur candi menuju pendopo agung hingga akhrinya berakhir di
pantai selatan tak sedikitpun ada perasaan seperti gemetar deg-degan maupun
sedikit pusing dalam dirinya, yang hadir hanya perasaan kosong yang tek
berujung seperti orang galau yang ditinggal pacarnya.
Lama juga kang marwit berada di pantai selatan hingga
akhirnya dia memutuskan buang air kecil, ingin buang di ponten dia tidak
speser[un mempunyai yang namanya uang karena sudah dia habiskan dalam dunia
khayalnya. Akhirnya dia putuskan untuk mengencengi segoro kidul tanpa
menghilangkan rasa hormatnya pada penjaga laut kidul.
Kang marwitpun pulang dengan kecewa karena dia tidak
mendapatkan apa-apa dari perjalannya itu. Hingga akhirnya dia duduk lemas di
warung khayangan sambil membayangkan tuhan mengelus-elus rambutnya langsung
sampai tertidur pulas dan membisikkan sedikit kata “ dasar kamu maarwit mbok
jangan kegeeran kalau jadi manusia, aku saja tidak sombong menjadi tuhan”. Kang
marwit langsung tersentak bangun dan langsung nyruput kopinya diiringi dengan
derasnya keringat dingin di batuknya yang lebar itu.
0 Response to "Ojo Kegeeran Wit"
Post a Comment