-->

Rindu Kang Marwit

Entah mengapa dan tidak tiba-tiba juga aku merindukan Kang Marwit.

Rindu yang mungkin utntuk sebagian orang adalah rindu yang sangat gila bia merindukan orang gila, ya orang gila yang dimaksud adalah kang marwit.

Orang yang bisa dibilang gila karena omongannya yang ngarol ngidul dibilang tanpa arah tapi lor dan kidul itu juga adalah salah satu arah.

Suatu ketika kang marwit pernah bercerita tentang dirinya yang sangat nesu pada tuhan. Waduh sudah sangat kurang ajar bila manusia sampai nesu sama tunhannya bahkan pada taraf kurang ajar bagi mereka yang merasa memiliki tuhan. Hal itu tidak berlaku bagi kang marwit. Karena nesunya itu merupakan cara dia mengetes apakah dia benar-benar mencintai tuhannhya atau akhirnya hanya kegeeran dicintai oleh tuhannya.

Tak banyak yang diceritakan kang marwit pada prosesi nesunya pada tuhan. Dia hanya bilang pernah nesu dan itu perwujudan cinta pada tuhannya.

Bagi ku itu merupakan pernyataan yang bisa berdampak buruk bagi kang marwit bila diceritakan di luar area warung khayangan.

Begitu lucu dan aneh cara kang marwit menampakkan rasa cinta pada tuhannya, atau bisa saja itu Cuma cara dia pamer agar kelihatan mesra pada tuhannya padahal dia tidak pernah benar-banar yakin akan keberadaan tuhannya.

Masa bodoh bagiku, yang jelas aku sedang merindukan obrolannya yang nyundul langit dan siap ditabrak oleh pesawat terbang.

I love you kang marwit.

0 Response to "Rindu Kang Marwit"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel