-->

Cinta Versi Kang Marwit



Kang marwit itu orangnya tidak pernah kelihatan sedih, meskipun kadang sempat seperti melamun namun hanya sekejap mata sudah cengengesan sperti orang gila.
Pernah satu waktu ada temannya yang bertanya apakah kang marwit pernah sedih dalam hidupnya ya minimal pernah patah hati akibat cinta.
Kang marwit tak spertia biasa menjawabnya tak seperti saat dia menghina tuhan sampai akhirnya tak bisa menutupi cinta nya pada tuhannya..
“aku pernah mencintai seorang gadis, dulu namun tak terlampau lama dalah hitungan tuhan. Seorang gadis yang secara tak langsung menyasarkan aku pada jalan dimana banyak jalan menuju tuhan yang tak pernah ku pahami ujungnya”.
“ bukan cinta awal ataupun akhir karena tak pernah ku awali atau akhiri, sampai suatu saat cinta itu menjelma perpisahan yang sesungguhnya tidak benar-benar terpisah”.
“jika aku hanya mengagumi jasad maka cintaku akan banyak terbentur oleh semu hal yang dianggap tidak mungkin, maka aku memilih mencintai dengan cara yang berbeda”.
Kang marwit terlihat berbeda saat menceritakan sedikit kisah asmaranya yang kalau dilihat kayak dibuat-buat seperti di film.
Belum selesai bercertia sampai habis menurut versi kami yang diwarung, kang marwit pamit.
Sontak sahabatnya bertanya “ lho kok sudah mau pergi kang? Ceritanya kan belum selesai”
“selesaikan saja menurut kalian bikin happy ending ataupun sebaliknya. Aku hanya ingin menjalani cintaku dengan caraku yang tak mungkin kalian pahami”.
Kang marwit pun berlalu tanpa menghabiskan kopi seperti biasanya.

0 Response to "Cinta Versi Kang Marwit"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel