-->

Puasa Kang Marwit



Jangan panggil namanya kang marwit kalau tidak bikin pusing kepala dnegan ocehannya. Bagimana tidak pusing sehari sebelum ramadan dia mengelurkan fatwahnya yang sangat aneh di warung Khayangan.
“Tuhan benar-benar menghinaku” teriaknya lantang .
Seperti biasa tak ada satupun yang menggubris celotehnya. Bagi teman-teman di warung Khayangan itu hal biasa yang memang ditunggu untuk segera dilupakan.
“menghina bagaimana kang” tanyaku yang memang merasa geer menjadi teman kang marwit.
“bagaimana tidak menghina?? Di bulan ramadhan ini aku digoida dengan pahala beribu kalilipat dalam setiap ibadah yang aku lakukan” jawabnya penuh dengan nada tinggi yang tentunya bukan marah.
“lho kan yo bagus to kang “ lanjutku.
“Bagus gundulmu, aku merasa terhina karena tuhan harus berpura-pura merendahkan dirinya dengan mengharap ibadahku pada bulan ramadan ini padahal di bulan-bulan lain dia tidak butuh dan seakan acuh pada diriku”
“terus pengen sampoean itu apa kang” tanyaku lagi
“ya mbok jangan sampai tuhan berpura-pura membutuhkan ibadahku, kan harusnya aku yang mebutuhkan tuhan”.
“ya namanya juga tuhan kang, semau dia mau ngapain aja”. Jawabku enteng.
“oalah yo yo ….. susah kalau ngomong sama manusia”. Jawabnya ketus
“lha emang sampean bukan manusia kang?” tanyaku lagi
“ya bukan lah mana ada manusia berani teriak-teriak di warung Khayangan menghina tuhan tapi tidak ada yang marah karena dianggap aku tidak ada”
“hahahaha benar juga kang, kalau gitu dilanjut aja nyruput kopinya, aku yang traktir”
“OK” jawabnya singkat.

0 Response to "Puasa Kang Marwit"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel