-->

Mengemis Kesaktian pada Tuhan



Masih saja Kang Marwit diam-diam dalam hatinya ingin menjadi orang yang sakti agar bisa berkelana antar dimensi, namun apa mau dikata dia hanya ditakdirkan oleh tuhan untuk belajar dulu dimensi manusia yang sekarang di diaminya.

Tak henti-hentinya Kang Marwit memohon pada tuhan agar diberikan kesaktian, minimal bisa menghilang agar dia tak perlu membayar saat ngopi di warung. Tentu saja Tuhan akan mentertawakan Kang Marwit, bukan karena lucu tapi kapan Kang Marwit pernah membayar kopinya, ibarat cinta ini adalah cinta segeitiga antara Tuhan, Kang Marwit dan pemilik Warung Khayangan.
Tuhan bukannya tidak sayang pada Kang Marwit hingga tak mengabulkan apa yang diinginkan oleh Kang Marwit. Kang Marwit pun juga paham kalau Tuhan sengaja melindunginya dari yang namanya Kesaktian.
“Kesaktian yang ku minta pada Tuhan tak lain hanya Nafsuku yang menguasaiku hingga akhirnya aku tenggelam dalam ketakjuban pada kawan-kawan yang memiliki kesaktian” ucapnya perlahan.
“lantas apakah kamu akan memintanya lagi kang?” tanyaku.
“ ya aku akan terus memintanya tapi tanpa nafsu” jelasnya penuh keyakinan.
“bukanyya meminta itu adalah sebagian dari nafsu kang?” tanyaku agak mengejeknya.
“ASU koe!!!” katanya sambil cemberut.
“hahaha ya kang gara-gara puasa menahan lapar dan dahaga ASU ku muncul kang “ jawabku cengengesan.
“ yowes ndang buko kono puasamu itu Cuma nafsu” jawabnya lalu pergi entah kemana, mungking ngabuburit sambil minum es tebu.

0 Response to "Mengemis Kesaktian pada Tuhan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel