Mengemis Kesaktian pada Tuhan
June 15, 2016
Add Comment
Masih saja Kang Marwit diam-diam dalam hatinya ingin menjadi
orang yang sakti agar bisa berkelana antar dimensi, namun apa mau dikata dia
hanya ditakdirkan oleh tuhan untuk belajar dulu dimensi manusia yang sekarang
di diaminya.
Tak henti-hentinya Kang Marwit memohon pada tuhan agar
diberikan kesaktian, minimal bisa menghilang agar dia tak perlu membayar saat
ngopi di warung. Tentu saja Tuhan akan mentertawakan Kang Marwit, bukan karena
lucu tapi kapan Kang Marwit pernah membayar kopinya, ibarat cinta ini adalah
cinta segeitiga antara Tuhan, Kang Marwit dan pemilik Warung Khayangan.
Tuhan bukannya tidak sayang pada Kang Marwit hingga tak
mengabulkan apa yang diinginkan oleh Kang Marwit. Kang Marwit pun juga paham
kalau Tuhan sengaja melindunginya dari yang namanya Kesaktian.
“Kesaktian yang ku minta pada Tuhan tak lain hanya Nafsuku
yang menguasaiku hingga akhirnya aku tenggelam dalam ketakjuban pada
kawan-kawan yang memiliki kesaktian” ucapnya perlahan.
“lantas apakah kamu akan memintanya lagi kang?” tanyaku.
“ ya aku akan terus memintanya tapi tanpa nafsu” jelasnya
penuh keyakinan.
“bukanyya meminta itu adalah sebagian dari nafsu kang?”
tanyaku agak mengejeknya.
“ASU koe!!!” katanya sambil cemberut.
“hahaha ya kang gara-gara puasa menahan lapar dan dahaga ASU
ku muncul kang “ jawabku cengengesan.
“ yowes ndang buko kono puasamu itu Cuma nafsu” jawabnya
lalu pergi entah kemana, mungking ngabuburit sambil minum es tebu.
0 Response to "Mengemis Kesaktian pada Tuhan"
Post a Comment